Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 April 2017

UNTUK MU PAHLAWANKU

RA. KARTINI

Oleh Dwi Arum



Sudahkah kita berterimakasih kepadanya?

Atau kita lupa akan kenikmatan yang diberikannya?

Atau mungkin pura-pura lupa akan jasa jasanya?

Tidak ada sedikit atensimu untuknya?

Pahlawanku, engkau tidak membutuhkan itu semua

Namamu harum, walau jasadmu telah terkubur sempurna.

Terima kasihku padamu melebihi luasnya langit di angkasa

Pendidikan yang kau perjuangkan sangat berarti bagi wanita

Seribu bait mungkin tak pernah cukup

Sejuta kata mungkin tak sanggup terucap

Sulit menggambarkan perjuangan nan penuh harap

Kecintaanmu kepada kami hangat terasa

Pengorbananmu untuk kami, mengobarkan asa

Perjalananmu begitu menginspirasi hingga dewasa

Hadirmu adalah takdir ilahi

Melaluimu kami boleh berseklah tinggi

Tak ada lagi perbedaan dengan anak laki laki

Doaku untukmu, juga untuk wanita di negeri ini.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dwi Arum



(i)

Kan ku sampaikan doaku

Lewat semilir angin yang berhembus

(h)

Karna dengan doa adalah cara mencintai

Yang paling indah…

(i)

Saat rasa mulai bicara

Hatipun mulai melangkah

Keindahan yang akan tersampai

Menutupi segala kekurangan yang ada

(h)

Bagi sepenggal cinta berbalut doa

Tiada yang lain…. Kau hanya sempurna…

(i)

Kala jenuh menerpa

Ku ingin dirimu selalu menyapa aku

Kala kehampaan menghampiri

Aku ingin dirimu mendekap aku

(h)

Jarak akan menjadi bilangan angka tanpa makna

Ketika doa mendekap dan menyapa

Begitulah cinta adanya

(i)

Dalam doa yang selalu berharap

Menyampaikan asa yang tidak pernah putus

Hingga kutemukan, ternyata dirimulah

Yang ditakdirkan untukku


13 April 2017| Batam dan Bekasi |Iman Nugraha |HeNee

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
(i)

Akan tiba masa

dikala jenuh melanda

Akan datang masa

dimana gairah tak kunjung datang

(h)

Akan tiba masa

Kita berhenti berharap

Pada jarak yang membelenggu

(i)

Namun, ku selalu hadirkan dirimu

Dalam hatiku…

Walau hanya dengan bayangan.

(h)

Bayangan indahmu menari pada lengkung pelangi

Kala hujan berlalu…

Namun aku masih menyimpan rindu

(i)

benar benar merindukan dirimu

Meski Nampak terlihat nyata

Bayang dirimu membuat aku lebih hidup

(h)

Jika hanya dengan menghadirkan bayangmu

Mampu mewarnai hidupku

Maka akan ku simpan selalu

Indahnya kerlingan matamu

17 April 2017 |Batam & Bekasi| Iman Nugraha| HeNe

Iman Nugraha
"Founder, Inovator, Kreator, Konseptor, Rutin memberikan materi-materi kreativitas dan inovasi

Minggu, 09 April 2017

Hujan dan Kamu

(Oleh: Komala Syari)



Suatu waktu ketika rindu beradu sendu
Mengenang masa tak seindah kini
kenangan yang menggenang di sini
hanya mengingat dalam bayang sepi
dingin hati, pilu menggelung rasa
mendung yang menggantung di wajah
terealisasi nyata lewat rintihan hujan
kaku, gemetar,kelu ....

Untukmu yang selalu di hati
hujan yang menderu mengingatkan kisah
kita berdua bercengkrama di satu atap
bercerita tentang kisahku
untukmu yang selalu dalam do'a
hujan yang menderu mengingatkan kisah
perpisahan antara kau dan aku
kau yang di jemput oleh pemilik waktu
pemilik waktu tak pernah berkompromi dengan janjinya
jika janji itu tetpenuhi tak ada yang bisa menundanya

Hujan ini tetap sama, sama ketika saat itu, dan saat lalu
terasa kaku,pilu dan kelu
hujan yang mengingatkan kisah, saat kisah tertawa
hujan ini pun yang mengingatkan kisah, saat tangis kehilangan
hujan ini pun mengingatkan kisah, saat tangis pengharapan
suatu waktu di saat kaki tergenang basah
di saat itu tetes air yang sama jatuh

Suatu waktu di saat tanah basah tersiram
disaat itu derai doa melambung di angkasa
suatu waktu di saat mendung menggantung
di saat itu raut wajah yang di rindu membayang nyata
untuk pemilik waktu, pesan rindu dalam doa ku titip untuk nya
untuk pemilik waktu, hujan ini akan mengawal rindu dan doa ku pada nya
untuk pemilik waktu, saat waktu ku telah sampai ku harap bertemu dengannya kembali


----
Komala Syari
Belajar menjadi seorang yang bisa bermanfaat buat orang lain, lewat menulis salah satunya.



Bersyukur

(Oleh: HeNee Sudarno)



Ketika cobaan itu datang
Kupikir akan segera berlalu
Airmata mengalir, aku masih berfikir dan terus mengingat
Aku sudah berdoa, memohon ampun dan kekuatan...
Terus memohon, meminta dan meminta...
Aku memohon untuk segalanya
Untuk hari yang indah
Rezeki yang berlimpah
Rahmat juga hidayahNya
Hingga akhirnya aku malu...

Cobaan masih disekelilingku
Kali ini aku hanya ingin bersyukur
Untuk kesedihan dan airmata
Untuk hati yang terluka
Untuk semua pelajaran hidup
Untuk semua Rahmat dan KaruniaNya
Untuk gadis kecil dilampu merah yang tersenyum ramah
Hanya ingin bersyukur dan bersyukur...



----
HeNee Sudarno
Just ordinary mom in amazing world, hanya mencoba menuliskan apa yang ada di kepala dan hati.


                 Daman Huri, lahir di Kota Batu 27 silam. Menempuh pendidikan di kampung halaman sampai perguruan tinggi, kini ia menjala...